****Saat Jagoan belajar tentang hidup****

423186_341710809199874_248637781_n

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Selepas makan siang hari ini anak saya menelpon dan mengabari bahwa dirinya tidak diterima di 3 sekolah SMK negeri pilihannya padahal tadi pagi sebelum saya berangkat ke kantor namanya masih bertengger diurutan 19 di sekolah pertama dari tiga sekolah yang dia berhak pilih. Rasa kecewa jelas terdengar dinada pembicaraannya, takut mungkin tepatnya, karena menurutnya, dirinya gagal membuat saya bangga. Saya mencoba menenangkan dirinya dan memberitahu bahwa saya bangga walaupun dirinya tidak dapat diterima di sekolah negeri karena bagi saya tidak diterima disekolah negeri bukan berarti dunia hancur, karena setidaknya putra saya ini sudah berjuang dengan maximal untuk bisa mendapat nilai seperti sekarang walau dengan nilai tersebut belum bisa menghantarkannya kebangku sekolah negeri pilihannya.

Bagi saya putra saya ini sudah menjadi juara tersendiri. Jauh sebelum ujian kemarin berlangsung, rekan-rekannya disekolah sudah ribut akan kunci jawaban, tetapi putra saya tidak bergeming dan tidak ingin memiliki kunci jawaban yang mungkin bisa membawa dirinya diterima disekolah favorit seperti beberapa teman disekolahnya yang dengan beberapa lembar rupiah berhasil mendapatkan kunci jawaban soal tersebut sehingga menghantarkan mereka mendapatkan “nilai baik” (HP boleh masuk ruang ujian , pengawas yang longgar dan sebagainya dan saya rasa ini tidak hanya terjadi disekolah anak saya saja ). Nilai yang diterima anak saya tidak jelek 32.05 dari 4 mata pelajaran dengan kata lain dia lulus dengan nilai rata-rata 8.

Sampai detik ini dia masih kecewa karena merasa dunia memperlakukannya dengan tidak adil, walau dia tidak pernah menyesali dengan keputusannya berlaku jujur saat ujian. Sebagai orang tua saya merasa bangga karena memiliki anak yang jujur. Mendapatkan sekolah negeri itu suatu hal yang baik tapi jujur itu jauh lebih baik ketimbang kita merasa bangga dengan hasil yang sesungguhnya bukan jerih payah kita.

Sudah pandang saya dalam mendidik anak sudah jauh berbeda, tepatnya sejak saya bergabung dengan komunitas  Ayah Eddy baik mendengarkan siaran beliau maupun membaca buku karya beliau serta membaca buku-buku tentang parenting lainnya. Saya tidak lagi menilai anak-anak benar dan salah dari satu “kaca mata”, saya tidak lagi melihat anak harus melakukan “apa yang terbaik” menurut orangtua mereka. Karena Setiap anak merupakan pribadi yang unik, setiap anak adalah hebat, setiap anak pintar, setiap anak adalah juara.

Mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk anak saya belajar tentang hidup, bahwa dalam hidup tidak semua apa yang kita mau akan terlaksana, dalam hidup adakalahnya menjadi orang jujur itu tidak mengenakan tapi itu baik dan harus tetap dilakukan. Rasanya Tuhan sedang mendewasakan anak saya dengan cara-Nya, cara yang mungkin tidak bisa dirinya dapat andai saat ini dia diterima di sekolah negeri.

Satu hal yang saya ingin mereka tahu bahwa saya akan selalu ada disamping mereka, bukan didepan mereka, bukan pula dibelakang mereka, tapi disamping mereka, yang selalu memberi kekuatan akan jalan hidup yang mereka pilih, hidup mereka milik mereka bukan milik saya. Kejujuran adalah harga mati, kejujuran adalah sikap , kejujuran adalah jalan hidup dan BERANI JUJUR HEBAT.

Hari ini anak saya boleh tertunduk dan menangis karena kejujuran itu pahit baginya, tapi kelak dia akan mengangkat kepala-nya dan bangga karena memilih untuk jujur disaat kesempatan untuk tidak jujur terbuka dan dianggap suatu “kebenaran” oleh sebuah system.

Wassalam.

Iklan

4 Responses to ****Saat Jagoan belajar tentang hidup****

  1. dsusetyo berkata:

    Subhanallah. Sungguh bahagia dan bersyukur orang tua yang mempunyai anak jujur seperti ini. Semoga makin banyak anak2 jujur yang tumbuh memberi harapan akan masa depan yang lebih baik.

  2. Linda berkata:

    semua akan lebih baik kalau kita berusaha

  3. martik berkata:

    jarang posting tulisan nih sekarang… =)

  4. Eva berkata:

    termakasih infonya, sangat bermanfaat , Abraham

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: