AHDA ( Anak Dengan HIV – AIDS )

adha

Ini bukan kali pertama saya berjumpa dengan bocah ini, setidaknya 3 kali saya pernah bertemu dengan dirinya. Pertama saat dirinya diruang IGD RSCM, kedua saat dirinya masuk ruang isolasi lantai 7 RSCM dan ketiga saat hari pemakaman ibunya awal bulan ini.

Tidak banyak yang berubah, selang NGT masih terlihat di lubang hidungnya, tapi pastinya wajahnya terlihat lebih cerah.

“Naik 8 ons” ucap neneknya diruang dokter paru saat sang dokter bertanya perkembangan berat badan si anak.

“Tapi mulutnya korengan lagi, jari-jari tangannya juga luka dan bernanah lagi”. Ucap sang nenek menjelaskan dampak penyakit Herpes yang diderita cucunya.

Berhadapan dengan ADHA ( Anak Dengan HIV AIDS ) memerlukan perjuangan batin yang lebih didiri saya ketimbang menghadapi anak-anak kanker dan penyakit beresiko tinggi yang juga sering saya temui saat program visit.

“Kalaupun dia bisa survived berat banget pastinya” ucap seorang teman yang juga ikut menemani saya hari ini.

STIGMA dan DISKRIMINASI untuk kasus HIV-AIDS masih begitu kentara, terlebih untuk anak sekecil itu yang sudah tidak memiliki ayah dan ibu, dan hanya tinggal dirumah kontrakan petakan bersama neneknya.

“Obatnya masih rutin diminum kan Nek” tanya saya

“Masih, untuk TBnya ngulang dari awal lagi , belum 1 bulan, tapi syukurnya gak rasisten jadi masih obat yang sama dan gak harus dioper ke RS. PERSAHABATAN, Untuk ARV-nya distop dulu”.

Kita tidak pernah bisa memilih dirahim mana kita dilahirkan, sama halnya dengan bocah ini, kalau boleh memilih pastinya dia tidak akan pernah mau dilahirkan dari orang tua yang positif, tapi ini lah hidup dengan segala rahasia didalamnya.

Setiap kita sedang menjalani takdir kita masing-masing, Ada kebahagian didiri saya ketika bertemu anak-anak hebat ini, walau tak banyak yang bisa saya lakukan, hanya berbagi senyum keikhlasan.

Kesembuhan hak mutlah Allah swt, kalaupun pada akhirnya mereka harus “KEMBALI”, saya berharap mereka “KEMBALI” dengan senyuman dan prasangka baik terhadap TUHAN yang MAHA RAHIM. Aamiin.

I was born in a thunderstorm
I grew up overnight
I played alone
I played on my own
I survived

I wanted everything I never had
Like the love that comes with life
But I survived.

#AnakDenganHivAids

#StiqmapadaADHA

#ADHA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: