Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du….

Ketika mas Riri Riza ditanya apa kesan yang hendak dibawa oleh para penonton sepulangnya menonton Sang Pemimpi, secara diplomatis Riri Riza menjawab “Sudah seharusnya setiap anak kembali untuk menghormati orangtua mereka dan sudah seharusnya pula anak-anak sekarang kembali mencium tangan bapaknya!”, ehmmm…. Nice.
Kapan ya kira-kira kita terakhir mencium tangan orangtua kita?? sebulan yang lalu…setahun yang lalu atau bahkan tidak pernah sama sekali???.
Saya dulu hampir tidak pernah mencium tangan bapak saya, setidaknya saya hanya mencium tangan beliau setahun sekali ketika hari raya Idul Fitri, tapi semenjak saya menikah hampir tak pernah saya tidak mencium tangan bapak saya ketika kami bertemu, bahkan hubungan yang terjalin diantara kami semakin baik, pada hal dulunya hubungan kami tidak berjalan mulus bahkan nyaris putus, layaknya hubungan Almarhum penyair Rendra dengan ayah beliau seperti yang digambarkan Emha Ainun Najib saat memberi kata sambutan ketika kematian Almarhum Rendra. Bahwa Rendra adalah orang yang sangat mencintai ibunya dan menjadi seorang pembangkang dengan ayahnya.
Hubungan seorang anak dengan orangtua kadang kala tidak semulus apa yang di harapkan, banyak faktor yang menyebabkan terjadi kerenggaan tersebut, saya sangat bersyukur Allah swt perkenalkan saya dengan usaha dakwah ini sehingga saya menyadari apa yang seharusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab seorang anak terhadap orangtuanya, saya tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya andai Allah swt tidak perkenalkan saya dengan usaha dakwah ini, mungkin akan ada Maling Kundang versi Modernnya.
Kalau boleh jujur saya sangat iri ketika ijtima 2007 di Ancol beberapa waktu yang lalu saat ayah mas Hanafi ikut hadir disana, begitupun saat ijtima 2008 di Serpong seorang teman datang bersama mertua dan anaknya padahal mertuanya tersebut orang yang keras dan sangat menentang usaha dakwah ini, dan rasa iri saya makin bertambah ketika ijtima serpong 2009 saat Rio membawa ayahnya untuk hadir dan berpoto bersama saya.
Ditulis oleh Landy 
