Mudzakarah Masyech

November 9, 2009

8731_1141841707884_1282708443_30359966_8292001_s

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

Dalam setiap kegiatan apapun tidak terlepas dengan namanya sebuah peraturan atau tertib-terib yang berlaku. Kalau dalam dunia kerja kita mengenal dengan sebutan SOP ( STANDARD OPERATING PROCEDURE ) dimana hal tersebut berfungsi Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja., Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan., Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak., Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja., Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin. Begitupun dalam usaha dakwah, kita juga mengenal yang namanya “Tertib-Terib”. Dan biasanya tertib-tertib tersebut berdasarkan musyawarah para ahli suro dengan para Masyech di Nizamudin, tertib-tertib yang berlaku dalam dakwah kurang lebih berfungsi sama sebagaimana SOP ( STANDARD OPERATING PROCEDURE ) pada perusahaan. Hanya bedanya kalau SOP di evaluasi sewaktu-waktu saja apabila diinginkan tetapi kalau tertib-tertib dakwah di evaluasi setiap hari.


Permasalah-permasalahan yang terjadi dibahas dan dievaluasi ketika kita musyawarah dimuallah masing-masing, dan apabila terjadi permasalahan yang tidak terpecahkan di tingkat muallah maka persoalan tersebut bisa di bawa pada musyawarah mingguan di halaqoh dan apabila masih tidak bisa terpecahkan maka persoalan tersebut dibawa pada musyawarah markaz baik setiap hari ataupun setiap malam selasa bada magrib dan kalau tidak terpecahkan juga maka akan di selesaikan pada musyawarah 2 tahunan Nizamudin.


Para ahli suro seringkali mengigatkan kita untuk berkerja sesuai arahan dan tertib-tertib yang berlaku karena apabila kita berkerja tidak dengan arahan atau tertib yang berlaku maka bukan hidayah yang akan Allah swt turunkan melainkan Azab yang akan turun, maka dari itu lagi dan lagi pentinganya setiap individu dakwah harus mengetahui apa saja yang telah menjadi ketentuan dan tertib yang belaku dalam usaha dakwah ini, dan untuk hal tersebut tadi malam ( 09 november 2009 ) ketika musyawarah mingguan markaz dibahas tentang akan diadakannya mudzakarah mengenai tertib-tertib terbaru sesuai dengan arahan para masyech kita yang disampaikan ketika Ijtima Juli lalu. Mudzakarah ini sendiri berfungsi untuk penyeragaman kerja dakwah di Indonesia, sehingga setiap pekerja dakwah dimana pun di Indonesia bekerja pada tertib yang sama yang sudah di gariskan.


Baca entri selengkapnya »


NIAT YANG KUAT

November 1, 2009

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

106_5390

Ayo catat nama yang penting niat dulu…,
Niatnya berangkat bulan apa….,
Ayo yang niat periode ini silakan catat nama…. ,

Kata-kata diatas tentunya sering kita dengar baik ketika malam markaz, musyawarah baik dimarkaz atau halaqoh maupun ketika kita sedang khuruj, seakan-akan setiap saat kita diharapakan untuk lagi dan lagi meluruskan dan menguatkan niat kita. Jujur sampai saat ini saya tidak mengerti maksud di balik kita harus terus memasang niat yang kuat, sampai seminggu yang lalu ketika di akhir sesi training 3 hari di Cipanas salah satu Trainer mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik.


“Untuk mencapai sukses maka di perlukan niat dan usaha/cara, sekarang permasalahannya berapa persen niat dan usaha/cara yang harus ada didiri kita??? “ begitu kurang lebih pertanyaan trainer , beberapa rekan saat itu mulai mengemukakan pendapat masing-masing ada yang bilang niat 60 % ,cara / usaha 40% ada yang sebaliknya dan sayangnya tak satu pun pendapat tersebut yang “benar”, sang trainer kemudian menjelaskan bahwa untuk mencapai kesuksesan di perlukan niat yang full yaitu 100% karena ketika niat kita full (100%), maka akan menghasilkan usaha/cara yang tak terhingga banyaknya, selepas itu sang trainer meminta kami berbaris menjadi 2 baris dan memerintahkan masing-masing dari kita mengambil satu buah pin yang berjarak kurang lebih 100 meter, dan setiap masing-masing kami yang saat itu berjumlah 50 orang di harus kan mengambil pin dengan cara  yang satu sama lain tidak boleh sama. Ada yang mengambil dengan cara merangkak, lari, jongkok dan lain sebagainya yang kesemuanya satu sama lain pastinya berbeda. Ini mengambarakan bawah ketika seseorang memiliki niat yang kuat maka Allah swt akan berikan seribu satu jalan keluar yang tak terhingga banyaknya.


Disini saya belajar, bahwa entah disadari atau tidak hal tersebut saya dapati juga ketika mengikuti program-program dakwah, dimana kita semua diajarkan untuk terus memasang niat yang kuat ketika akan melakukan program khuruj baik 3 hari maupun lebih bahkan perkara Niat termasuk dalam mudzakarah 6 sifat yang harus di ulang-ulang setiap harinya.


Kalau kita lihat dari sudut agama niat merupakan sesuatu yang penting. Sikap dan perbuatan manusia diawali dengan niat untuk dapat mencapai hasil yang maksimal. Dorongan niat yang kuat tersebut berimbas pada keseriusan dan harapan yang besar kepada Allah untuk bisa dikabulkan segala keinginannya. Sebagaimana ditegaskan dalam hadits Nabi saw.

“Sesungguhnya setiap amal atau perbuatan (bergantung) kepada niat.” (HR Bukhari).

Baca entri selengkapnya »


Berkhitmad

Oktober 28, 2009

PA230313-vert

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

Tgl 21 sampai 23 Oktober 09 adalah tanggal dimana saya dan beberapa rekan di kantor mengikuti training selama 3 hari di Cipanas , selama tiga hari pula kami disibukan oleh serangkaian materi training dari pagi hingga malam hari, dan syukurnya training kali ini dibuat sebegitu menariknya, banyak hal positif yang kami semua dapati, inti dari training kali ini bagaimana kita semua dapat menjadi orang yang suka berkhitmad ( memberikan pelayanan ) bukan menjadi orang yang gemar dilayani. Karena tanpa kita sadari sejak kita baru lahir sampai detik ini kita cenderung lebih suka apabila orang lain melayani kita bukan sebaliknya.

PA230319-vertAda yang menarik dari training selama tiga hari ini , tepatnya di hari ke-3 dimana kita hanya di beri waktu 1,5 jam untuk memikirkan startegi apa yang akan kita gunakan untuk memberikan pelayanan yang maksimal untuk para customer, dan customer kami kali ini adalah 33 anak yatim piatu, terang saja kami semua aga kebingungan. Terlebih lagi karena kurangnya persiapan. Satu persatu dari kami mengeluarkan ide di kepala kami demi mendapat 50 point pada tantangan kali ini. ( standar kelulusan mendapatkan 250 point ).

DSC01532-vertKami bernyanyi , menari sampai-sampai seorang teman rela menjadi badut dadakan demi membuat customer ( anak-anak yatim piatu ) tersebut gembira. Lega rasanya ketika melihat adik-adik kami tersenyum , berlari, menari dll, rasanya 50 point tiada artinya dibanding kebahagian yang kami dapati. Panasnya sinar matahari tak menghentikan kami dalam kegembiraan kali ini. Rasanya saya tak akan mau menukar kebagian ini dengan apapun.

DSC01523-vertMemang ketika kita memberi pelayanan dengan sepenuh hati maka yang pertama kali merasakan dampaknya adalah diri kita sendiri,. Sebenarnya materi yang saya dapati dari training kali ini maupun training yang sebelumnya sering juga saya dapati ketika saya khuruj setiap bulannya, dimana ketika kita khuruj baik itu 3 hari mauapun lebih dari itu kita secara tidak langsung diajarkan bagaimana menjadi orang yang banyak berkhitmad untuk orang lain bukan sebaliknya.

DSC01525-vertBerkhitmad bukan perkara mudah karena setiap orang lebih suka dilayani ketimbang melayani, mari mulai hari ini kita belajar untuk lebih banyak melayani ketimbang dilayani , baik itu dengan Istri kita maupun dengan orang lain.

Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’. Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…