Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du….
Kalau anda di tanya mana yang anda pilih, hanya mendengar sesuatu yang menarik perhatian atau merasakan langsung sesuatu yang menarik itu, maka pasti kita semua menginginkan merasakan langsung sesuatu yang menarik tersebut ketimbang hanya mendengarkan dari orang lain tentang hal tersebut. Untuk perkara dunia saja kita paham bahwa akan lebih menyenangkan apabila merasakan langsung ketimbang hanya mendengarkan dari orang lain sesuatu yang kita anggap menarik, maka sudah seharusnya keinginan untuk mendengarkan langsung mudzakarah yang di sampaikan orang tua kita di markaz jauh lebih menarik minat dan perhatian kita semua ketimbang hanya duduk di depan computer memperhatikan dan membaca tulisan mengenai tertib-tertib dakwah, karena dalam usaha dakwah ini sangat di tekankan pentinganya ber sub’ah dan kita akan jauh lebih paham mana kala kita duduk langsung mendengarkan arahan dari orang tua kita di markaz dakwah.
Oleh karena saya tidak mau merusak kenikmatan anda dan agar kita sendiri tidak berubah tawajuhnya pada usaha ini, terlebih lagi tertib usaha dakwah ini adalah gerak bukan tulisan dan hal-hal terkait dengan dakwah tidak dianjurkan menggunakan media internet maka saya hanya akan menulis secara garis besar saja bukan secara detail mudzakarah tertib dakwah karena untuk sesuatu yang detail tetap harus dilakukan secara mujahadah.
Sudah kali ke 3 sejak jum’at pekan lalu mudzakarah mengenai tertib dakwah yang akan menjadi panduan dakwah seluruh Indonesia diadakan dimasjid Jami Kebun Jeruk Jl. Hayam Wuruk No. 83 Taman Sari Jakarta. Mudzakarah ini baru pertama kali diadakan di Indonesia khususnya di markaz Jakarta , karena Jakarta merupakan barometer dakwah di Indonesia. Mudzakarah ini sendiri bertujuan untuk menyamakan persepsi dan sosialisasi sehingga gerak dan kerja kita sama sesuai arahan, karena apabila kerja yang kita lakukan sesuai dengan arahan-arahan maka gerak kita yang sedikit ini sudah dapat menarik pertolongan Allah swt.
Secara garis besar mudzakarah terbagi menjadi 5 point besar : 1. Kerja Maqomi, 2. Usaha atas Masturah, 3. Jamaah jalan kaki, 4.Orang lama tingkatkan pengorbanan, 5. Usaha atas orang miskin dan awam. Tapi sekali lagi saya tidak akan membahas ke lima point tersebut secara detail, saya hanya ingin menulis beberapa catatan yang saya anggap penting untuk di sharing dalam blog ini.
Betapa bahagianya para Masyech ketika menyaksikan “kesuksesan” ijtima bulan juli yang lalu sehingga untuk tahun yang akan datang Indonesia mendapat kepercayaan mengadakan 2 kali pertemuan antar kawasan , yaitu jord qudama ( orang – orang lama yang pernah keluar minimal 40 hari ) dan ijtima ( dapat di hadiri oleh semua orang baik yang sudah keluar maupun yang belum ).
Ada tanda tanya besar di kepala para masyech khususnya Maulana Saad dimana sangat mudah menemui orang / jamaah indonesia di Nizamudin bahkan rombongan dari Indonesia terbanyak di banding negara-negara lain, tapi sayangnya untuk takazah negeri jauh sangat sedikit jamaah Indonesia yang di keluarkan , oleh karena itu untuk kedepannya Indonesia di harapkan setiap tahunnya mengirimkan minimal 100 jamaah ke negeri Arab.
Dan yang juga tidak kalah pentingnya bahwa usaha dakwah ini harus benar-benar di sandarkan kepada kehidupan sahabat Nabi saw, karena Kalau kerja dakwah ini tidak di sandarkan dengan kehidupan sahabat Nabi saw maka kerja dakwah ini akan kehilangan ruh , dan yang ada gerak kita sama halnya dengan organisasi-organisasi kebanyakan yang timbul dan tenggelam, oleh karenanya penting bagi setiap pekerja dakwah diharuskan banyak membaca Hayatush Shahabah secara individu di luar taklim harian.
Ditulis oleh Landy 
Ditulis oleh Landy 
Ditulis oleh Landy 
