“You don’t know what love is“

November 30, 2012

inay

Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Setiap orang pastinya punya definisi tersendiri tentang apa itu cinta, dalam salah satu adegan film “Bila” yang diproduksi oleh Maxima Pictures dan Unlimited Production seorang anak bertanya kepada ibunya apa itu cinta , sang ibu yang baru saja berpisah karena memergoki sang suami berselingkuh menjawab bahwa cinta itu seperti sekotak coklat yang tidak semua rasanya manis. Sejatinya cinta memang sesuatu yang sangat kompleks tapi bukan berarti tidak bisa menjadi sesederhana kalimat cinta itu sendiri karena hal tersebut tidak lebih dari bagaimana masing-masing kita menjalaninya.

Pastinya Sha ( adik saya ) tidak akan pernah bisa menjawab apa itu cinta ketika kelak anak wanitanya bertanya kepada dirinya, tapi bukan berarti Sha tidak mengerti apa itu cinta, ketika hampir setiap orang masih bicara diranah retorika tentang apa itu cinta, seorang Sha sudah melampau batasan itu, dia telah menghujudkannya dalam bentuk nyata dan sederhana, sampai-sampai saya merasa begitu kecil dihadapan dirinya.

Mungkin betul apa yang dikatakan seorang Nina Simone, legenda musik Jazz dunia yang dalam salah satu syairnya mengatakan kita tidak akan pernah tahu apa artinya cinta sampai bibir kita merasakan air mata, ucapan yang sangat dalam dan penuh makna.

Berumah tangga hingga beranjak tua pastinya menjadi dambaan setiap orang, tidak terkecuali Sha, tapi adakalanya takdir berkehendak lain. Tidak setiap orang ditakdirkan untuk bersama hingga usia tua seperti Georges dan Anne dalam film AMOUR, Sha salah satunya, tanpa ingin menyalahkan takdir kebersamaan Sha dan almarhum suami hanya berumur 8 tahun, tapi saya tahu sesungguhnya cinta mereka melebihi tahun-tahun kebersamaan mereka.

Sebagian besar kita menyangka ujian cinta itu datang mana kala ada masalah-masalah dalam kebersamaan dengan pasangan, entah ketidaksetian dan lain sebagianya , tapi susungguhnya ujian cinta terbesar yang sesungguhnya terjadi manakala salah satu dari pasangan kita sudah tidak lagi bersama ( meninggal dunia). Saya ingat betul ketika Sha menangis diujung telpon ketika takdir membawanya pada keadaan bahwa suaminya mengalami komplikasi yang amat serius, tidak ada uang , tidak ada ruang ICU dirumah sakit Jantung yang menerima , tidak ada teman berbagi disampingnya , dan masih harus mengurus mertua yang stroke yang terbaring di rumah serta masih harus merawat kedua anaknya yang masih 4 dan 6  tahun serta calon bayi di dalam perutnya yang memasuki usia 6 bulan. Dan saya masih ingat juga tentunya ketika jumat pagi saya menemuinya di lobby rumah sakit untuk berganti shift dengan dirinya menjaga sang suami yang berada di ruang ICU, cadar yang menutupi wajahnya basah oleh air mata.  “Gw masih belum bisa iklas kalau dia harus pergi, gimana nasib gw dan anak-anak, Kalau sampai dia pergi berarti anak gw lahir tanpa kenal bapaknya” ucap Sha dengan wajah tertunduk.Mungkin hanya Allah yang tahu betapa berusaha sekuat tenaganya saya menahan air mata ini agar tidak tumpah dan berusaha untuk tegar walau hati sakit melihat keadaan adik tercinta “ Sha… masih ada Allah, DIA gak pernah salah, dia tahu yang terbaik untuk hamba-Nya, anak elo masih punya Abi , ada gw”Sha yang pada awalnya bersikeras untuk berada dirumah sakit menjaga sang suami akhirnya bersedia untuk pulang setelah saya ingatkan tentang anak yang ada di dalam kandungannya.

Baca entri selengkapnya »

Iklan